Jumat, 23 Desember 2011

Manajemen Umum

MANAJEMEN UMUM


·         Pengertian Manajemen
o   Arti dan Fungsi Manajemen
            Menurut Profesor Oei Liang Lee manajemen dapat didefinisikan sebagai ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tentang manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
            Ada lima fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan

o   Jenjang Manajemen
            Perusahan-perusahaan besar biasanya mempunyai paling sedikit tiga jenjang manajemen, yaitu :
a.       Manajemen Puncak
Bertugas menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting tentang hal-hal penting.
b.      Manajemen Madya
Mempunyai tanggung jawab dalam penyusunan rencana operasi yang melakukan rencana-rencana umum dari manajer puncak.
c.       Manajemen Operasional
Tugas manajemen operasional menyangkut pelaksanaan rencana yang dibuat oleh manajer madya, mereka bertanggung jawab melakukan supervisi kepada para karyawan yang mengerjakan kegiatan harian.

·         Latar Belakang Sejarah Manajemen
o   Gerakan Manajemen Ilmiah
            Taylor (1856-1915) menulis buku yang berjudul “The Principles of Scientific Management”. Dalam bukunya Taylor mengemukakan beberapa prinsip manajemen ilmiah untuk melakukan pekerjaan dengan efisien, yaitu :
Prinsip 1   : Semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan satu cara    terbaik untuk menyelesaikannya.
Prinsip 2   : Orang yang tepat untuk  memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah.
Prinsip 3   : Kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan mengkaji pemegang jabatan dengan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.
Prinsip 4   :  Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.

·         Sekolah Tentang Pemikiran Manajemen
o   Sekolah Klasik (Classical School)
            Teori klasik mendefinisikan manajemen menurut tugas yang dilakukan oleh para manajer. Sekolah klasik telah memberikan saran tentang fungsi-fungsi manajer primer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pangendalian.
o   Sekolah Perilaku (Behavioral School)
            Sekolah ini memusatkan perhatian pada aspek kemanusiaan dari manajemen dan menekankan kebutuha bagi para manajer untuk memahami manusia. Sekolah perilaku menarik beberapa disiplin psikologi dan sosiologi sebagai bagian dari latar belakang pendidiakan manajer.
o   Sekolah Ilmu Manajemen (Management Science School)
            Sekolah ilmu manajemen ini melibatkan matematika dan statistik. Model-model matematis digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah operasional perencanaan dan pengendalian.
o   Analisis Sistem
            Merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasi bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka. Analisis sistem ini berkaitan dengan masalah-masalah yang melibatkan semua komponen secara bersama-sama.
o   Manajemen Hasil
            Manajemen hasil adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengandalian karyawan. Manajemen hasil menganggap bahwa hasil yang dibuat oleh manajer atau karyawan merupakan suatu yang penting, bukan seberapa besar kesibukan mereka.

·         Perencanaan
o   Bentuk-bentuk Perencanaan
            Perencanaan ditetapkan sekarang dan dilaksanakan serta digunakan untuk waktu yang akan datang. Maka perencanaan memiliki bentuk-bentuk sebagai tujuan, kebijakan, strategi, prosedur, aturan dan program.
o   Kegunaan Perencanaan
            Perencanaan merupakan fungsi dasar bagi fungsi-fungsi lainnya. Kegunaan perencanaan adalah :
a.    Mengurangi ketidak pastian serta perubahan pada waktu mendatang;
b.    Mengarahkan perhatian pada tujuan;
c.    Memperingan biaya; dan
d.    Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan.
o   Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan
            Langkah-langkah yang harus diambil untuk menyusun suatu perencanaan adalah :
a.    Menetapkan tujuan;
b.    Menyusun anggapan-anggapan (premising);
c.    Menentukan berbagai alternatif tindakan;
d.    Mengadakan penilaian terhadap alternatif-alternatif tindakan yang sudah dipilih;
e.    Mengambil keputusan; dan
f.     Menyusun rencana pendukung.
o   Perencanaan Merupakan Proses Pendekatan yang Rasional
            Apabila kita berusaha untuk mempelajari posisi sekarang dengan menggunakan data akuntuansi maupun statistik, maka sebagai titik tolaknya kita harus menengok ke belakang (waktu yang lampau). Dengan memperoleh anggapan-anggapan secara jelas, tujuan yang hendak dicapai serta kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul di dalam menyusun suatu perencanaan, haruslah dikaitkan dengan tenggang waktu tersebut.
o   Jangka Waktu Perencanaan
            Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah dan perencanaan jangka pendek.
o   Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan
            Perencanaan juga mempunyai kelemahan, adanya kelemahan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempunyai sifat membatasi perencanaan. Faktor tersebut ialah sulitnya mencari anggapan secara teliti, perubahan yang sangat cepat, kekakuan internal, kekakuan eksternal, dan waktu dan biaya.
o   Pengambilan Keputusan
-          Syarat pengambilan keputusan
            Untuk bertindak ataupun mengambil keputusan secara rasional tersebut membutuhkan beberapa syarat, antara lain :
a.    Berusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan
b.    Mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai beserta segala kekurangannya
c.    Mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan penilaian berbagai alternatif
d.    Bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuat untuk memilih alternatif yang paling baik

-          Alat pengambilan keputusan
            Untuk mengambil keputusan yang rasional perlu digunakan alat-alat seperti operation research, teori probabilitas dan linear progamming. Selain ketiga macam alat pengambilan keputusan tersebut, masih terdapat beberapa teknik yang dipakai untuk memperbaiki kualitas pengambilan keputusan pada keadaan yang sifatnya tidak pasti, tetapi masih berada di dalam batas-batas kewajaran. Alat-alat tersebut adalah :
a.    Analisa resiko, setiap keputusan yang diambil dapat didasarkan pada interaksi beberapa variabel kritis.
b.    Pohon keputusan (decision tree), melihat berbagai kemungkinan arah yang dapat diambil dari berbagai jenis keputusan.

·         Pengorganisasian
o   Pengertian
            Ditinjau dari segi prosesnya, pengorganisasian merupakan usaha untuk menyusun komponen-komponen pokok sedemikian rupa, sehingga dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Fungsi pengorganisasian sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia  dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan.
o   Pola Hubungan antara Komponen Organisasi
            Antara tujuan, fungsi, tanggung jawab, wewenang serta pertanggung jawaban mempunyai hubungan yang erat dan berkaitan satu dengan lainnya.
o   Rntangan Kekuasaan
            Keefektifan dan efisiensi seorang pemimpin dalam mengatur bawahan banyak dipengaruhi oleh jumlah bawahan itu sendiri. Banyak sedikitnya frekuensi hubungan antara pimpinan dengan bawahan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain latihan dari bawahan, pendelegasian wewenang, perencanaan dan teknik komunikasi
o   Dasar-dasar Penggolongan Bagian Di Dalam Organisasi
            Pembagian kerja dan spesialisasi kegiatan perlu dilakukan. Pengelompokan menjadi bagian-bagian di dalam sebuah organisasi dapat didasarkan pada beberapa faktor berikut :
a.    Didasarkan pada suatu angka
b.    Didasarkan pada waktu
c.    Didasarkan pada fungsi perusahaan
d.    Didasarkan pada luas daerah operasi
e.    Didasarkan pada jenis barang yang dihasilkan
f.     Didasarkan pada jenis langganan
o   Karakteristik Struktur Organisasi
Setiap bentuk struktur organisasi yang baik harus memiliki dua karakteristik dasar, yaitu keseimbangan dalam organisasi dan fleksibel.
·         Pengarahan
            Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan. Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu prinsip mengarah kepada tujuan, prinsip keharmonisan dengan tujuan dan prinsip kesatuan komando.
            Pimpinan menginginkan pengarahan kepada bawahan dengan maksud agar mereka bersedia untuk bekerja sebaik mungkin, dan diharapkan tidak menyimpang. Adapun cara-cara pengarahan yang dapat dilakukan, yaitu orientasi, perintah dan delegasi wewenang.
            Kontz dan O’Donell mengartiakan komunikasi sebagai suatu pemindahan informasi antara orang yang satu dengan lainnya. Agar komunikasi dapat berjalan secara efektif dan efisien perlu memperhatikan prinsip komunikasi yang jelas, prinsip integritas dan prinsip pengaturan organisasi informasi.
            Bagi para pelaksana, untuk melaksanakan tugas-tugas dengan baik dipengaruhi oleh cara manajer dalam memberikan perintah. Motivasi mempunyai dua macam bentuk, yaitu motivasi positif dan motivasi negatif.

·         Pengkoordinasian
            Koordinasi perlu diadakan agar terdapat suatu keadaan yang harmonis sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Koordinasi antar bagian dan individu di dalam organisasi akan dapat tercapai bilamana diikuti dengan tiga prinsip, yaitu prinsip kontak langsung, prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi dan hubungan timbal balik di antara faktor-faktor yang ada.
            Untuk melaksanakan fungsi koordinasi, manajer dapat menempuh dua cara, yaitu :
1.    Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koordinasi.
2.    Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi.

·         Pengawasan
            Pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan adalah menciptakan standard, membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard dan melakukan tindakan koreksi.

Sabtu, 11 Juni 2011

Enigma dan Skema

oleh Muhammad Al-Fayyadl pada 11 Juni 2011 jam 16:18 ~ Muhammad Al-Fayyadl Kreativitas bermula dari enigma. Ia mencuat dari suatu dorongan yang tak tertanggungkan untuk mengungkapkan diri, suatu naluri yang mendesakkan dirinya dari dalam ke luar, sebelum mewujud pada gilirannya dalam sebuah inskripsi, “teks”, karya. Dalam hal ini, ia membedakan dirinya dengan skema. Sementara enigma mencoba-coba untuk mencari bentuknya dari dalam ke luar, skema telah terlebih dulu berbentuk; ia telah mewujud di luar sebagai suatu realitas yang menampilkan dirinya dalam rumusan yang telah ada—meski tak tentu “jadi”. Fakta bahwa ia telah ada membedakan dirinya dengan enigma, yang muncul dari Entah, yang belum pernah ada tetapi tiba-tiba ada. Skema hadir tepat ketika kita membutuhkan pegangan. Ia hadir karena ketidakmampuan kita menahan desakan-desakan tak menentu yang meluapi rongga-rongga pencarian kita yang terjauh dan terdalam, juga ketidaksabaran dan ketergesaan sebagian diri kita untuk segera menemukan pengungkapannya. Kekukuhan, keanggunan, dan kesempurnaan skema, detail-detailnya, rinciannya; kerigidannya dalam memilah, kejeliannya dalam menampakkan aspek-aspek yang tersembunyi dari pemikiran—semua itu memukau penggambar maupun pencari skema. Dalam keberhasilannya menampilkan secara skematis suatu konsep, suatu tema, atau suatu bahan pemikiran, skema menghadirkan kepada kita apa yang sering kita sebut kerangka kerja, suatu pegangan yang siap untuk ditindaklanjuti menjadi sebuah program, sebuah proyek, atau agenda untuk “dikonkretkan”. Kelugasan skema, keterusterangannya yang tanpa aling-aling mengeksplisitkan segala renik dan detail dari pikiran, memberi kita gambaran yang utuh, dan seakan-akan tanpa bayangan, tentang suatu hal. Dalam hal ini, skema memang diperuntukkan untuk memuaskan kehausan kita akan kejelasan. Tugas seorang penskema adalah memberikan kejelasan itu sejelas-jelasnya agar sang audiens, sang penglihat, dapat langsung menangkap poin ke mana pembicaraan itu akan digerakkan. Skema dibuat, memang, untuk menangkap waktu. Di zaman ketika waktu berkejaran dengan ide, dan ide berkejaran dengan waktu, skema terasa amat membantu. Sementara kita semakin menyadari bahwa usia kita terus memendek, seperti seutas sumbu yang terus dirambati api, dan bahwa kita tak punya banyak waktu, muncul obsesi untuk menghemat juga cara menyampaikan ide. Skema menemukan tempatnya dalam kekusutan rasa cemas tak punya cukup waktu dan kegairahan untuk segera meringkas ide ini. Dengan kata lain, skema sebenarnya adalah sebentuk “ekonomi ide”, cara paling praktis untuk merepresentasikan ide dalam suatu gambaran. Suatu cara untuk, pada saat yang sama, menghindari abstraksi, kekaburan, dan kegelapan. Maka, lupakan sejenak pesona pemikiran, jika kita masih memandang bahwa pesona suatu gagasan dapat memancar dari suatu abstraksi, dari spekulasi dan imajinasi tentang yang belum ada, mengingat hal itu akan jarang ditemui lagi di zaman ketika skema membentuk cara seseorang merepresentasikan segala sesuatu. Kegemaran akan kerangka telah meminggirkan pelan-pelan kepuasan yang didapatkan dari pencarian kata-kata, percobaan komposisi dan dekomposisi, dan kepekaan pada pilihan setiap kata yang menyusun sebuah tulisan, telaah, atau karya. Bagi seorang penulis, ada ketercerabutan tersendiri dari menulis di Era Aksara ke menulis di Era Skema seperti saat ini: ia semakin merasa mudah menemukan kerangka apa yang akan ditulisnya, dan mudah untuk dapat segera menuliskannya dan menghadirkannya ke sidang pembaca, namun ia semakin sulit untuk memberi daging bagi kerangka itu, daging yang pekat, berotot, dan tebal, agar ia dapat sebisa mungkin menyamarkan kerangka di baliknya. Era Skema memang melahirkan tipe penulis baru: penulis yang karya-karyanya begitu tembus-pandang hingga dapat langsung diterawang skema apa yang menggerakkannya. Boleh jadi, ada kesuntukan tertentu di antara para penulis hari ini pada kata-kata, yang terus seperti kehilangan dayanya untuk mengejar kenyataan. Atau, ada keterpesonaan pada dimensi visual gambar-gambar, yang, di satu sisi, memenuhi seluruh pengindraannya dan membuatnya tak lagi sepenuhnya percaya pada kata-kata, atau, kalau cukup mujur, di sisi lain, terus menghantuinya untuk menemukan kata yang belum tergambarkan. Bagaimana mempertahankan gambaran-dalam-pikiran, yang belum mewujud ke dalam tulisan, di tengah lalu-lalang gambar-gambar yang terus membetot pengindraan, dan menjaga agar gambaran-dalam-pikiran itu tak hilang dan dapat terendap cukup lama untuk diolah? Dilema seorang penulis tepat berada di dalam dilema itu sendiri: keengganannya untuk menerima kenyataan bahwa menulis adalah sebuah risiko yang harus dijelajahi, bahwa menulis adalah sebuah peristiwa dalam letupan khaotik enigma, bahwa menulis mensyaratkan nyali yang cukup untuk berduel dengan kedalaman diri yang tak berdasar, untuk menangkap gaung dan sisa-sisa bisikan paling sunyi yang memantul dari rongga-rongga magma dalam pikiran. Pada risiko itu sebenarnya terletak punctum, puncak orgasmik yang menyebar pada titik-titik perjalanan komposisi dan dekomposisi kata-kata, pada setiap momen yang menyediakan kemungkinan terbaik dan terburuknya bagi si penulis—keberhasilan atau kegagalan. Skema tidak memungkinkan kita untuk mengalami momen itu; ia adalah antitesis bagi Momen. Skema memberikan jalan yang lebih lapang dan lengang, seperti sebuah jalan aspal, ke seberang ide yang ingin diraih. Janji setiap skema adalah garansi bahwa, dalam perjalanan itu, seseorang tak membiarkan waktu dan energinya mubazir untuk suatu permata ide yang akan segera ia dapatkan. Untuk itu, skema memberi kita sebuah gagasan tentang kepenulisan sebagai mesin (l’écriture machinale), mesin produktif bagi ide, juga ekonomi: dengan menghemat energi dan waktu, produksi ide akan berlangsung lebih lancar, tanpa meraba-raba. Deram laju mesin itu menggoda seseorang untuk cepat “sampai” dan “menghasilkan”. Tapi, tepat di titik di mana ia “sampai” dan “ber-hasil”, enigma menghilang, tak terdengar. Seperti tawa seorang anak-anak yang tenggelam di keramaian. Atau igauan seorang petidur di sebuah malam panjang yang ingar-bingar.***

dikutip oleh : Fauzan Abror

Cara Paling Mudah Bisa Bahasa Inggris

Cara Belajar Bahasa Inggris itu bermacam-macam. Ada orang belajar bahasa inggris dengan membawa kamus bahasa inggris kemana-mana, ya hanya dibawa saja. Ada orang belajar bahasa inggris dengan mencoba menghapalkan kamus, wow rajin amat!. Banyak orang belajar bahasa inggris dengan cara bernyanyi, ada banyak juga orang belajar bahasa inggris dengan ke pantai kuta lalu langsung ngobrol sama bule, ada lagi yang kuliah di jurusan bahasa inggris, kalau anak-anak biasanya belajar melalui gambar-gambar, banyak juga orang yang belajar dengan baca-baca pelajaran bahasa inggris gratis.

Cara yang paling JITU untuk bisa bahasa inggris dengan baik hanya hanya satu yaitu NIAT. Niat yang sangat-sangat besar untuk bisa, niat yang besar yang mampu mendorong diri untuk SECARA OTOMATIS menemukan sendiri cara yang paling pas untuk bisa. Kalau anda belum punya niat yang besar maka tak mungkin bisa belajar dengan cepat atau menemukan cara yang paling mudah, semuanya akan terasa sulit, berat, lama, tidak betah, dan sebagainya. Berbagai cara akan anda temukan secara otomatis setelah Anda pandai bermain rasa “niat” ini. Coba saja. Saya telah membuktikannya.

Ya benar, cara biasa antara lain banyak belajar, sering latihan percakapan, chatting dengan teman, langsung praktek sama bule, dsb.

Anda bahkan bisa belajar bahasa inggris yang paling cepat dan mudah menggunakan konsep belajar bahasa inggris ala Tarzan, Anda dapat membacanya disini: Belajar Bahasa Inggris Gratis Ala Tarzan

Tapi itu hanya bisa dicapai setelah Anda punya Niat yang luar biasa besar tadi.

http://bisnisonlinemu.com/cara-paling-mudah-bisa-bahasa-inggris.html

Jumat, 10 Juni 2011

Hukum-Hukum Islam Seputar Korupsi dan Kolusi

Sebagai kaum muslimin kita wajib mengetahui bagaimana hukum-hukum Islam terhadap kasus-kasus korupsi, kolusi, dan sejenisnya. Sebab setiap muslim wajib terikat dengan hukum syariat Islam dalam segala aktivitasnya. Agar dia bisa menetapi perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya. Perkara-perkara yang wajib diketahui hukumnya oleh setiap muslim berkaitan dengan tindak pidana korupsi atau kolusi adalah: risywah (suap menyuap), hibah atau hadiah, samsarah dan ‘umuulah (perantara dan komisi), pemaksaan dan penyerobotan harta, dan ikhtilas (korupsi). Suap Menyuap
Risywah atau suap menyuap dilarang keras dalam Islam. Semua yang terlibat dalam tindak kriminal itu dilaknat oleh Allah dan RasulNya. Rasulullah saw bersabda: Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap (HR. Turmudzi dari Abdullah bin Amr). Imam Ahmad, Thabrani, Al Bazar dan Al hakim meriwayatkan sebuah hadits dari Tsauban, bahwa ia berkata: “Rasulullah melaknat Ar Raasyi (penyuap), Al Murtasyi (penerima suap), dan Ar Raa-isy (perantara dalam penyuapan). Celaan yang terungkap dalam lafazh laknat dalam hadits di atas menegaskan haramnya perbuatan suap menyuap.
Meskipun umunya suap itu terjadi dalam kekuasaan, namun suap ini bisa terjadi di mana-mana. Di pengadilan, kantor polisi, kantor pemda dan kelurahan, maupun kantor-kantor pemerintah lainnya serta kantor-kantor swasta, pabrik, bahkan di pasar-pasar.
Suap bisa terjadi untuk tujuan kebaikan seperti penyuapan terhadap polisi untuk segera menangkap maling atau penjahat lainnya. Bisa juga untuk tujuan buruk seperti suap terhadap seorang mandor agar para buruh tidak dibebani pekerjaan berat atau tidak diawasi secara ketat. Namun semua itu dilarang oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, semua harta yang diperoleh dari tindakan penyuapan tersebut dipandang haram oleh Islam dan disita oleh negara dan diserahkan kepada Baitul Maal. Penerimanya, penyuapnya, maupun perantaranya wajib dijatuhi hukuman berat karena praktek suap sangat besar pengaruhnya terhadap semua alat-alat negara dan merusak kepercayaan masyarakat kepada aparat negara. Lebih-lebih jika praktek suap itu berkaitan dengan kejahatan besar seperti kegiatan mata-mata atau membocorkan rahasia negara dan rahasia militer untuk kepentingan negara asing, kejahatan keji yang bisa membahayakan keselamatan negara dan umat. Yang seperti itu patut diganjar hukuman mati atau penjara 25 tahun (lihat Al Baghdady, Serial Hukum Islam, hal 56).
Hadiah untuk Pejabat
Hukum asal dari pemberian hadiah adalah mubah. Bahkan Rasulullan saw menganjurkan agar sesama muslim saling memberikan hadiah, sebagaimana sabdanya: “Hendaknya kalian saling memberikan hadiah, niscaya kalian akan saling mahabbah (berkasih sayang)”. Namun hadiah0hadiah yang diberikan kepada seorang penguasa diharamkan. Rasulullan saw bersabda: “Hadiah yang diberikan kepada penguasa adalah ghulul (perbuatan curang)” (HR. Imam Ahmad dan Al Baihaqy). Al Katib dalam kitabnya Talkhisul Mutasyabih menyebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Hadiah yang diberikan kepada para pejabat adalah suht (haram)”.
Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw telah mengangkat Ibnul Atabiyah menjadi pejabat penarik zakat dari Bani Sulaim. Setelah melaksanakan tugasnya Ibnul Atabiyah menghadap Rasulullah sae, sambil berkata: “Ini kuserahkan kepada anda, sedangkan yang ini adalah hadiah yang diberikan kepadaku”. Rasul saw menjawab: “Jika yang engkau katakan itu benar, apakah tidak lebih baik kalau engkau duduk-duduk saja di rumah ayahmu atau ibumu sampai hadiah itu datang kepadamu”. Lalu Rasulullah saw bangkit dan bicara kepada banyak orang. Setelah mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, beliau menjelaskan kasus tersebut dan beliau tutup dengan “Demi Allah, siapapun di antara kalian yang mengambil hadiah yang bukan haknya, pada hari kiamat kelak ia akan menghadap Allah dengan membawa apa yang diambilnya”.
Dengan demikian jelaslah bahwa hadiah dalam bentuk apapun yang diberikan kepada penguasa atau pejabat baik di pusat maupun daerah, baik tingkat tinggi maupun tingkat rendah, yang penting ia berwenang dalam suatu urusan, hukumnya haram. Namun, berdasarkan hadits Bukhari di atas, hadiah yang diberikan pejabat oleh seorang sahabatnya yang sudah terbiasa memberi hadiah padanya sejak sebelum menjadi pejabat dibolehkan.
Perantara dan Komisi
Samsarah atau perantara/makelar yang menjadi penghubung antara penjual dan pembeli merupakan profesi yang dihalalkan oleh Islam. Demikian juga komisi yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut. Namun, pekerjaan perantara yang dilakukan oleh penguasa, pejabat pusat, pejabat daerah, maupun pejabat negara apa saja yang menghubungkan antara negara atau departemen masing-masing dengan berbagai perusahaan asing maupun dalam negeri adalah haram. Komisi yang diterima dari perusahaan-perusahaan tersebut haram diambil dan harus disita negara dan diserahkan kepada Baitul Maal.
Imam Turmudzi meriwayatkan bahwa Muadz bin Jabal ra berkata: Rasulullah saw mengutusku ke Yaman (menjadi wali/gubernur). Setelah aku berangkat , beliau mengutus orang lain menyusulku. Aku pulang kembali. Rasulullah bertanya kepadaku: “ahukah engkau,mengapa aku mengutus orang menyusulmu? Janganlah engkau mengambil sesuatu untuk kepentinganmu sendiri tanpa seizinku. (Jika hal itu kau lakukan) itu merupakan kecurangan. Dan siapa saja yang berbuat curang pada hari kiamat kelak akan dibangkitkan dalam keadaan memikul beban kecurangan. Untuk itulah engkau kupanggil. Sekarang berangkatlah untuk melaksanakan tugasmu”.
Islam mengharamkan setiap muslim memperoleh harta dengan jalan tekanan kekuasaan. Yang dimaksud adalah harta kekayaan milik penguasa, pejabat, dan pegawai negara yang berasal dari milik negara atau masyarakat. Termasuk dalam hal ini adalah penyerobotan tanah milik penduduk secara paksa, dengan kekerasan, atau penyalahgunaan wewenang. Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang mengambil harta saudaranya (tanpa izin) dengan tangan kanannya (kekuasaan), ia akan dimasukkan ke dalam neraka dan diharamkan masuk surga”. Seorang sahabat bertanya: “Ya, Rasulullah, bagaimana kalau sedikit? Beliau menjawab: “Walaupun sekecil kayu siwak”. (HR Muslim, An Nasai, Ibnu Majah, Ad Darami, dan Imam Malik dalam Al Muwattha). Terhadap penyerobotan dan penggusuran tanah secara paksa, Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang mengambil sejengkal tanah tanpa hak (merebut/menyerobot), pada hari kiamat ia akan dibenamkan ke dalam tujuh lapis bumi”. (HR. Ahmad dan Bukhari).
Korupsi
Korupsi (ikhtilas) adalah suatu jenis penjambretan dan perampasan, karena pada mulanya si pelaku berbuat secara sembunyi-sembunyi. Korupsi tidak sama dengan pencurian, karena itu syariat tidak menetapkan hukum potong tangan bagi pelakunya. Rasulullah saw bersabda: “Perampas, koruptor (mukhtalis), dan pengkhianat tidak dikenakan hukuman potong tangan”.. (HR. Ahmad, Ashaabus Sunan, dan Ibnu Hibban). Koruptor dihukum sesuai dengan besar harta yang dikorupsi, berupa penjara tahunan hingga mati.
Korupsi adalah perbuatan haram yang haramnya lebih berat jika kejahatan itu dilakukan terhadap kekayaan milik umum. Abu Dawud meriwayatkan suatu hadits yang menyebut bahwa Rasulullah saw bersabda: “Hai kaum muslimin, siapa saja di antara kalian yang melakukan pekerjaan untuk kami (menjadi pejabat/pegawai negara), kemudian ia menyembunyikan sesuatu terhadap kami walaupun sekecil jarum, berarti ia telah berbuat curang. Dan kecurangannya itu akan ia bawa pada hari kiamat nanti… Siapa yang kami beri tugas hendaknya ia menyampaikan hasilnya, sedikit atau banyak. Apa yang diberikan kepadanya dari hasil itu hendaknya ia terima, dan apa yang tidak diberikan janganlah ia ambi”.
Korupsi yang dilakukan penguasa atau pejabat pemerintah adalah mengkorup uang negara yang berada di bawah tanggung jawabnya, yang merupakan dana rutin instansinya atau proyek-proyek negara. Termasuk korupsi adalah tindakan pegawai pos, listrik, telepon, dan sejenisnya dengan jalan menaikkan rekening tagihan dari yang semestinya. Semua itu haram dan uang hasil kejahatan tersebut harus disita dan diserahkan ke Baitul Maal. (Al Baghdady, hal 75).
Penutup
Inilah hukum-hukum Islam yang secara tegas mengharamkan tindak kejahatan di atas dan menindak tegas pelakukan serta menyita harta yang diperoleh dari jalan haram tersebut serta dikembalikan ke Baitul Maal. Hukum-hukum tersebut wajib diketahui masyarakat secara luas jika suatu masyarakat menginginkan terbebas dari bahaya kejahatan di atas. Sebab, kesadaran masyarakat akan hukum-hukum Islam dan disertai dengan tertanamnya aqidah Islam secara kuat dalam diri umat akan menjadi dorongan internal bagi siapapun untuk menjauhi tindak kriminal yang berbahaya itu.
Oleh karena itu, diperlukan  pembinaan kesadaran umat di berbagai lapisan terhadap aqidah dan hukum-hukum Islam, di samping pemberantasan gaya hidup hedonis materialistis serta seluruh sarana propagandanya. Selain itu, pemerintah wajib mengusahakan agar sarana-sarana umum, pendidikan dan kesehatan bisa diberikan kepada masyarakat luas secara gratis atau dengan biaya semurah-murahnya. Tidak lupa, para pejabat dan pegawai negeri, hendaknya dicukupi kebutuhannya sehingga tidak ada alasan untuk mengkorup uang negara maupun berkolusi.
Memang diperlukan kemauan penguasa untuk kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah untuk mewjudkannya.

dikutip dari : http://bangrahmat.info/hukum-hukum-islam-seputar-korupsi-dan-kolusi/

Selasa, 07 Juni 2011

Ilmu, niat dan amal yang baik

By. Anis Wahdi, S.Pd.I
Denpasar, 07 Juni 2011


Bismillahi wal hamdulillah.
Dalam hidup ini manusia selalu berada pada aktifitas yang sangat padat, apalagi kehidupan di kota-kota besar yang penuh dengan tuntutan sangat tingggi belum lagi permasalahan-permasalah yang datang silih berganti tiada henti. kehidupan di kota yang sangat hitrogen akan membawa dampak kepada kita untuk hidup lebih aktif dan penuh semanagat, karena kalau tidak demikian maka secara alami akan tertinggal jauh didasar ketertinggalan yang tidak tahu aral melintang.

Pada saat-saat sekarang ini manuisa dihadapkan pada suatu permasalahan pondasi dasar dalam prinsip kehidupan. sejauh mana kita memiliki dasar prinsip kehidupan untuk di jadikan pedoman hidup dalam setiap diri manusia dalam menjalankan roda-roda kehidupan dengan arah yang berliku-liku akan membuat kita untuk selalu menjalani dengan penuh rasa keprcayaan diri yang kuat atau yang sebaliknya ? Tentunya pertanyaan ini sangat realistis dan simple untuk kita jawab, namun jawabannya adalah harus dipertimbangkan dengan matang-matang karena menyangkut proses perjalanan sebuah tujuan kehidupan. sebagai mana saya paparkan permasalahan di atas. coba kita renungkan sejenak jika kita menginginkan sesuatu yang baik maka tentunya usahanya pun harus di awali dari yang baik-baik. Dalam menjalankan suatu urusan apapun tentunya harus di kuasi "ILMU"nya terlebih dahulu agar kita tidak salah dan tersesat. Ilmu yang baik akan menghasilkan nilai-nilai positif dalam diri setiap insan, ketika nilai-nilai positif itu telah masuk maka akan menghasilkan "NIAT/KEYAKINAN". Niat/keyakinan dari hasil ilmu yang baik akan menghasilkan suat perbuatan/"AMAL" yang akan juga menghasilkan yang baik.

demikianlah sekelumit gambaran kalau kita ingin berusah untuk yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain, semoga artikel yang sedikit ini akan meberikan gamabaran untuk kita dalam menjalankan kehidupan ini.
WaAllahu 'Alam Wal Hamdulillah.

Ingin Buka Usaha? Berfikirlah Simple!

by Fadly Muin on May 27, 2009
http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/ingin-buka-usaha-berfikirlah-simple.html
Apakah selama ini anda terbersit untuk buka usaha sendiri?
Jika iya, bagaimana perkembangan usaha anda itu? Apakah usaha anda  sudah berjalan dan stabil?  jika iya, saya ucapkan selamat.
Kalau anda kembali kepada pertanyaan dasar. Kenapa sih Anda ingin buka suatu usaha? apa yang mendasari anda berkeinginan besar untuk memiliki suatu usaha sendiri? Pasti alasannya bermacam-macam!
Setidaknya ada 4 faktor yang mendasari seseorang berkeinginan kuat untuk memiliki suatu usaha sendiri. yaitu :
1. ingin mandiri
2. ingin mencukupi kebutuhan keluarga
3. ingin mencapai kebebasan financial
4. ini agag narsis, ingin menjadi BOS!
Tidak ada yang ganjil dari faktor-faktor ini. saya rasa realistis dan sangat mendasar.
Prinsipnya semua orang ingin mandiri. tidak ada orang yang ingin di Dikte, di gurui dan  di intervensi selama hidupnya. Setiap Individu ingin bebas, lepas dan berkarya sesuka hatinya. menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan terhormat.
Apalagi kalau sudah berhubungan dengan keluarga. Apapun akan di perjuangkan. karena cintanya terhadap keluarga. seseorang rela mengorbankan hidupnya demi tercapainya suatu kondisi aman. Aman dari ketergantungan keuangan terhadap orang lain.
Siapapun orangnya, tidak akan suka terhadap yang namanya ketergantungan. Walau pada  kenyataannya satu sama lain, kita ini saling membutuhkan. Tapi itu dalam  konteks yang berbeda tentunya.
Empat faktor tersebut di atas, sangat erat kaitannya dengan faktor UANG. ingin mandiri secara financial, ingin mencukupi kebutuhan keluarga (uang juga), ingin mencapai kebebasan financial (apalagi ini..) hanya satu yang sifatnya lebih ke masalah kepribadian. yaitu ingin menjadi BOS!
Pasti menyenangkan menjadi Bos atas usaha yang anda bangun sendiri. Semua kebijakan usaha, Andalah yang menentukan. Berapa gaji karyawan, apa produk yang akan anda pasarkan. Jam berapa buka dan jam berapa tutupnya. Andalah yang mengatur semuanya. karena anda adalah bosnya. Anda adalah pengusaha, Atas usaha yang anda bangun!
Walaupun buka usaha sendiri terlihat lebih elegan dan mandiri. Tapi bagi sebagian orang hal itu Sulit dan jauh dari angan-angan.
Memang, buka usaha sendiri itu perlu perlengkapan. Ibarat perang, anda pasti tidak mau kan berangkat ke medan perang tanpa persenjataan yang lengkap serta strategi yang mantap. Seorang Panglima perangpun tidak akan mau melepas prajuritnya tanpa dibekali persenjataan lengkap. itu namanya bunuh diri!
Sama juga dengan  buka usaha, anda juga butuh perlengkapan. Baik itu Ide, modal, dan juga konsep yang matang. Tanpa tiga poin ini. anda akan sulit untuk terjun dan bertarung di medan usaha yang kompetitif. Ketiga faktor itulah yang akan anda bungkus menjadi sebuah lahan usaha yang mapan.
Kalau Anda sudah punya itu semua, tapi belum bisa jalan juga, berarti ada yang salah dengan ide dan konsep yang akan anda jalankan. :D
Saran saya:
Periksa semua elemen yang akan anda olah. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Elemen paling vital adalah Ide, Konsep dan modal. Periksa ketiga elemen utama ini. Pastikan semuanya dalam kerangka yang sederhana! Supaya anda tidak merasa sulit melakukannya.
Ingat!
Anda baru memulai, jangan bebani diri anda dengan bobot yang tidak produktif. Biarkan dulu berjalan. Biasakan dulu diri anda menghadapi semuanya. Just Do it!
Jika Modalnya terlalu besar, maka pangkaslah biaya yang belum mendesak.
Jika Konsepnya terlalu Wah, maka rubahlah menjadi sederhana.
Jika Idenya terlalu Gila! Maka rubahlah menjadi ide setengah gila! ;-)
Pokoke tetapkan diri anda, bahwa usaha yang akan anda bangun ini Harus Bisa Jalan!

"""""Luar Biasa"""""""

Sungguh luar biasa
tapi tidak biasa di luar
keluar untuk kebiasaan
namun bukan kebiasaan diluar

yang penting hari ini luar biasa
hari ini luar biasa yang terpenting
sajak-sajak luar biasa
puisi-puisi cinta luar biasa mempesona
banggalah menjadi orang yang luar biasa

tapi saya senang jika menjadi orang yang luar biasa
luar biasa sungguh luar biasa
biasa-biasalah supayah menjadi orang yang luar biasa
semoga aku menjadi orang yang luar biasa