Sabtu, 11 Juni 2011

Enigma dan Skema

oleh Muhammad Al-Fayyadl pada 11 Juni 2011 jam 16:18 ~ Muhammad Al-Fayyadl Kreativitas bermula dari enigma. Ia mencuat dari suatu dorongan yang tak tertanggungkan untuk mengungkapkan diri, suatu naluri yang mendesakkan dirinya dari dalam ke luar, sebelum mewujud pada gilirannya dalam sebuah inskripsi, “teks”, karya. Dalam hal ini, ia membedakan dirinya dengan skema. Sementara enigma mencoba-coba untuk mencari bentuknya dari dalam ke luar, skema telah terlebih dulu berbentuk; ia telah mewujud di luar sebagai suatu realitas yang menampilkan dirinya dalam rumusan yang telah ada—meski tak tentu “jadi”. Fakta bahwa ia telah ada membedakan dirinya dengan enigma, yang muncul dari Entah, yang belum pernah ada tetapi tiba-tiba ada. Skema hadir tepat ketika kita membutuhkan pegangan. Ia hadir karena ketidakmampuan kita menahan desakan-desakan tak menentu yang meluapi rongga-rongga pencarian kita yang terjauh dan terdalam, juga ketidaksabaran dan ketergesaan sebagian diri kita untuk segera menemukan pengungkapannya. Kekukuhan, keanggunan, dan kesempurnaan skema, detail-detailnya, rinciannya; kerigidannya dalam memilah, kejeliannya dalam menampakkan aspek-aspek yang tersembunyi dari pemikiran—semua itu memukau penggambar maupun pencari skema. Dalam keberhasilannya menampilkan secara skematis suatu konsep, suatu tema, atau suatu bahan pemikiran, skema menghadirkan kepada kita apa yang sering kita sebut kerangka kerja, suatu pegangan yang siap untuk ditindaklanjuti menjadi sebuah program, sebuah proyek, atau agenda untuk “dikonkretkan”. Kelugasan skema, keterusterangannya yang tanpa aling-aling mengeksplisitkan segala renik dan detail dari pikiran, memberi kita gambaran yang utuh, dan seakan-akan tanpa bayangan, tentang suatu hal. Dalam hal ini, skema memang diperuntukkan untuk memuaskan kehausan kita akan kejelasan. Tugas seorang penskema adalah memberikan kejelasan itu sejelas-jelasnya agar sang audiens, sang penglihat, dapat langsung menangkap poin ke mana pembicaraan itu akan digerakkan. Skema dibuat, memang, untuk menangkap waktu. Di zaman ketika waktu berkejaran dengan ide, dan ide berkejaran dengan waktu, skema terasa amat membantu. Sementara kita semakin menyadari bahwa usia kita terus memendek, seperti seutas sumbu yang terus dirambati api, dan bahwa kita tak punya banyak waktu, muncul obsesi untuk menghemat juga cara menyampaikan ide. Skema menemukan tempatnya dalam kekusutan rasa cemas tak punya cukup waktu dan kegairahan untuk segera meringkas ide ini. Dengan kata lain, skema sebenarnya adalah sebentuk “ekonomi ide”, cara paling praktis untuk merepresentasikan ide dalam suatu gambaran. Suatu cara untuk, pada saat yang sama, menghindari abstraksi, kekaburan, dan kegelapan. Maka, lupakan sejenak pesona pemikiran, jika kita masih memandang bahwa pesona suatu gagasan dapat memancar dari suatu abstraksi, dari spekulasi dan imajinasi tentang yang belum ada, mengingat hal itu akan jarang ditemui lagi di zaman ketika skema membentuk cara seseorang merepresentasikan segala sesuatu. Kegemaran akan kerangka telah meminggirkan pelan-pelan kepuasan yang didapatkan dari pencarian kata-kata, percobaan komposisi dan dekomposisi, dan kepekaan pada pilihan setiap kata yang menyusun sebuah tulisan, telaah, atau karya. Bagi seorang penulis, ada ketercerabutan tersendiri dari menulis di Era Aksara ke menulis di Era Skema seperti saat ini: ia semakin merasa mudah menemukan kerangka apa yang akan ditulisnya, dan mudah untuk dapat segera menuliskannya dan menghadirkannya ke sidang pembaca, namun ia semakin sulit untuk memberi daging bagi kerangka itu, daging yang pekat, berotot, dan tebal, agar ia dapat sebisa mungkin menyamarkan kerangka di baliknya. Era Skema memang melahirkan tipe penulis baru: penulis yang karya-karyanya begitu tembus-pandang hingga dapat langsung diterawang skema apa yang menggerakkannya. Boleh jadi, ada kesuntukan tertentu di antara para penulis hari ini pada kata-kata, yang terus seperti kehilangan dayanya untuk mengejar kenyataan. Atau, ada keterpesonaan pada dimensi visual gambar-gambar, yang, di satu sisi, memenuhi seluruh pengindraannya dan membuatnya tak lagi sepenuhnya percaya pada kata-kata, atau, kalau cukup mujur, di sisi lain, terus menghantuinya untuk menemukan kata yang belum tergambarkan. Bagaimana mempertahankan gambaran-dalam-pikiran, yang belum mewujud ke dalam tulisan, di tengah lalu-lalang gambar-gambar yang terus membetot pengindraan, dan menjaga agar gambaran-dalam-pikiran itu tak hilang dan dapat terendap cukup lama untuk diolah? Dilema seorang penulis tepat berada di dalam dilema itu sendiri: keengganannya untuk menerima kenyataan bahwa menulis adalah sebuah risiko yang harus dijelajahi, bahwa menulis adalah sebuah peristiwa dalam letupan khaotik enigma, bahwa menulis mensyaratkan nyali yang cukup untuk berduel dengan kedalaman diri yang tak berdasar, untuk menangkap gaung dan sisa-sisa bisikan paling sunyi yang memantul dari rongga-rongga magma dalam pikiran. Pada risiko itu sebenarnya terletak punctum, puncak orgasmik yang menyebar pada titik-titik perjalanan komposisi dan dekomposisi kata-kata, pada setiap momen yang menyediakan kemungkinan terbaik dan terburuknya bagi si penulis—keberhasilan atau kegagalan. Skema tidak memungkinkan kita untuk mengalami momen itu; ia adalah antitesis bagi Momen. Skema memberikan jalan yang lebih lapang dan lengang, seperti sebuah jalan aspal, ke seberang ide yang ingin diraih. Janji setiap skema adalah garansi bahwa, dalam perjalanan itu, seseorang tak membiarkan waktu dan energinya mubazir untuk suatu permata ide yang akan segera ia dapatkan. Untuk itu, skema memberi kita sebuah gagasan tentang kepenulisan sebagai mesin (l’écriture machinale), mesin produktif bagi ide, juga ekonomi: dengan menghemat energi dan waktu, produksi ide akan berlangsung lebih lancar, tanpa meraba-raba. Deram laju mesin itu menggoda seseorang untuk cepat “sampai” dan “menghasilkan”. Tapi, tepat di titik di mana ia “sampai” dan “ber-hasil”, enigma menghilang, tak terdengar. Seperti tawa seorang anak-anak yang tenggelam di keramaian. Atau igauan seorang petidur di sebuah malam panjang yang ingar-bingar.***

dikutip oleh : Fauzan Abror

Cara Paling Mudah Bisa Bahasa Inggris

Cara Belajar Bahasa Inggris itu bermacam-macam. Ada orang belajar bahasa inggris dengan membawa kamus bahasa inggris kemana-mana, ya hanya dibawa saja. Ada orang belajar bahasa inggris dengan mencoba menghapalkan kamus, wow rajin amat!. Banyak orang belajar bahasa inggris dengan cara bernyanyi, ada banyak juga orang belajar bahasa inggris dengan ke pantai kuta lalu langsung ngobrol sama bule, ada lagi yang kuliah di jurusan bahasa inggris, kalau anak-anak biasanya belajar melalui gambar-gambar, banyak juga orang yang belajar dengan baca-baca pelajaran bahasa inggris gratis.

Cara yang paling JITU untuk bisa bahasa inggris dengan baik hanya hanya satu yaitu NIAT. Niat yang sangat-sangat besar untuk bisa, niat yang besar yang mampu mendorong diri untuk SECARA OTOMATIS menemukan sendiri cara yang paling pas untuk bisa. Kalau anda belum punya niat yang besar maka tak mungkin bisa belajar dengan cepat atau menemukan cara yang paling mudah, semuanya akan terasa sulit, berat, lama, tidak betah, dan sebagainya. Berbagai cara akan anda temukan secara otomatis setelah Anda pandai bermain rasa “niat” ini. Coba saja. Saya telah membuktikannya.

Ya benar, cara biasa antara lain banyak belajar, sering latihan percakapan, chatting dengan teman, langsung praktek sama bule, dsb.

Anda bahkan bisa belajar bahasa inggris yang paling cepat dan mudah menggunakan konsep belajar bahasa inggris ala Tarzan, Anda dapat membacanya disini: Belajar Bahasa Inggris Gratis Ala Tarzan

Tapi itu hanya bisa dicapai setelah Anda punya Niat yang luar biasa besar tadi.

http://bisnisonlinemu.com/cara-paling-mudah-bisa-bahasa-inggris.html

Jumat, 10 Juni 2011

Hukum-Hukum Islam Seputar Korupsi dan Kolusi

Sebagai kaum muslimin kita wajib mengetahui bagaimana hukum-hukum Islam terhadap kasus-kasus korupsi, kolusi, dan sejenisnya. Sebab setiap muslim wajib terikat dengan hukum syariat Islam dalam segala aktivitasnya. Agar dia bisa menetapi perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya. Perkara-perkara yang wajib diketahui hukumnya oleh setiap muslim berkaitan dengan tindak pidana korupsi atau kolusi adalah: risywah (suap menyuap), hibah atau hadiah, samsarah dan ‘umuulah (perantara dan komisi), pemaksaan dan penyerobotan harta, dan ikhtilas (korupsi). Suap Menyuap
Risywah atau suap menyuap dilarang keras dalam Islam. Semua yang terlibat dalam tindak kriminal itu dilaknat oleh Allah dan RasulNya. Rasulullah saw bersabda: Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap (HR. Turmudzi dari Abdullah bin Amr). Imam Ahmad, Thabrani, Al Bazar dan Al hakim meriwayatkan sebuah hadits dari Tsauban, bahwa ia berkata: “Rasulullah melaknat Ar Raasyi (penyuap), Al Murtasyi (penerima suap), dan Ar Raa-isy (perantara dalam penyuapan). Celaan yang terungkap dalam lafazh laknat dalam hadits di atas menegaskan haramnya perbuatan suap menyuap.
Meskipun umunya suap itu terjadi dalam kekuasaan, namun suap ini bisa terjadi di mana-mana. Di pengadilan, kantor polisi, kantor pemda dan kelurahan, maupun kantor-kantor pemerintah lainnya serta kantor-kantor swasta, pabrik, bahkan di pasar-pasar.
Suap bisa terjadi untuk tujuan kebaikan seperti penyuapan terhadap polisi untuk segera menangkap maling atau penjahat lainnya. Bisa juga untuk tujuan buruk seperti suap terhadap seorang mandor agar para buruh tidak dibebani pekerjaan berat atau tidak diawasi secara ketat. Namun semua itu dilarang oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, semua harta yang diperoleh dari tindakan penyuapan tersebut dipandang haram oleh Islam dan disita oleh negara dan diserahkan kepada Baitul Maal. Penerimanya, penyuapnya, maupun perantaranya wajib dijatuhi hukuman berat karena praktek suap sangat besar pengaruhnya terhadap semua alat-alat negara dan merusak kepercayaan masyarakat kepada aparat negara. Lebih-lebih jika praktek suap itu berkaitan dengan kejahatan besar seperti kegiatan mata-mata atau membocorkan rahasia negara dan rahasia militer untuk kepentingan negara asing, kejahatan keji yang bisa membahayakan keselamatan negara dan umat. Yang seperti itu patut diganjar hukuman mati atau penjara 25 tahun (lihat Al Baghdady, Serial Hukum Islam, hal 56).
Hadiah untuk Pejabat
Hukum asal dari pemberian hadiah adalah mubah. Bahkan Rasulullan saw menganjurkan agar sesama muslim saling memberikan hadiah, sebagaimana sabdanya: “Hendaknya kalian saling memberikan hadiah, niscaya kalian akan saling mahabbah (berkasih sayang)”. Namun hadiah0hadiah yang diberikan kepada seorang penguasa diharamkan. Rasulullan saw bersabda: “Hadiah yang diberikan kepada penguasa adalah ghulul (perbuatan curang)” (HR. Imam Ahmad dan Al Baihaqy). Al Katib dalam kitabnya Talkhisul Mutasyabih menyebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Hadiah yang diberikan kepada para pejabat adalah suht (haram)”.
Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw telah mengangkat Ibnul Atabiyah menjadi pejabat penarik zakat dari Bani Sulaim. Setelah melaksanakan tugasnya Ibnul Atabiyah menghadap Rasulullah sae, sambil berkata: “Ini kuserahkan kepada anda, sedangkan yang ini adalah hadiah yang diberikan kepadaku”. Rasul saw menjawab: “Jika yang engkau katakan itu benar, apakah tidak lebih baik kalau engkau duduk-duduk saja di rumah ayahmu atau ibumu sampai hadiah itu datang kepadamu”. Lalu Rasulullah saw bangkit dan bicara kepada banyak orang. Setelah mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, beliau menjelaskan kasus tersebut dan beliau tutup dengan “Demi Allah, siapapun di antara kalian yang mengambil hadiah yang bukan haknya, pada hari kiamat kelak ia akan menghadap Allah dengan membawa apa yang diambilnya”.
Dengan demikian jelaslah bahwa hadiah dalam bentuk apapun yang diberikan kepada penguasa atau pejabat baik di pusat maupun daerah, baik tingkat tinggi maupun tingkat rendah, yang penting ia berwenang dalam suatu urusan, hukumnya haram. Namun, berdasarkan hadits Bukhari di atas, hadiah yang diberikan pejabat oleh seorang sahabatnya yang sudah terbiasa memberi hadiah padanya sejak sebelum menjadi pejabat dibolehkan.
Perantara dan Komisi
Samsarah atau perantara/makelar yang menjadi penghubung antara penjual dan pembeli merupakan profesi yang dihalalkan oleh Islam. Demikian juga komisi yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut. Namun, pekerjaan perantara yang dilakukan oleh penguasa, pejabat pusat, pejabat daerah, maupun pejabat negara apa saja yang menghubungkan antara negara atau departemen masing-masing dengan berbagai perusahaan asing maupun dalam negeri adalah haram. Komisi yang diterima dari perusahaan-perusahaan tersebut haram diambil dan harus disita negara dan diserahkan kepada Baitul Maal.
Imam Turmudzi meriwayatkan bahwa Muadz bin Jabal ra berkata: Rasulullah saw mengutusku ke Yaman (menjadi wali/gubernur). Setelah aku berangkat , beliau mengutus orang lain menyusulku. Aku pulang kembali. Rasulullah bertanya kepadaku: “ahukah engkau,mengapa aku mengutus orang menyusulmu? Janganlah engkau mengambil sesuatu untuk kepentinganmu sendiri tanpa seizinku. (Jika hal itu kau lakukan) itu merupakan kecurangan. Dan siapa saja yang berbuat curang pada hari kiamat kelak akan dibangkitkan dalam keadaan memikul beban kecurangan. Untuk itulah engkau kupanggil. Sekarang berangkatlah untuk melaksanakan tugasmu”.
Islam mengharamkan setiap muslim memperoleh harta dengan jalan tekanan kekuasaan. Yang dimaksud adalah harta kekayaan milik penguasa, pejabat, dan pegawai negara yang berasal dari milik negara atau masyarakat. Termasuk dalam hal ini adalah penyerobotan tanah milik penduduk secara paksa, dengan kekerasan, atau penyalahgunaan wewenang. Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang mengambil harta saudaranya (tanpa izin) dengan tangan kanannya (kekuasaan), ia akan dimasukkan ke dalam neraka dan diharamkan masuk surga”. Seorang sahabat bertanya: “Ya, Rasulullah, bagaimana kalau sedikit? Beliau menjawab: “Walaupun sekecil kayu siwak”. (HR Muslim, An Nasai, Ibnu Majah, Ad Darami, dan Imam Malik dalam Al Muwattha). Terhadap penyerobotan dan penggusuran tanah secara paksa, Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang mengambil sejengkal tanah tanpa hak (merebut/menyerobot), pada hari kiamat ia akan dibenamkan ke dalam tujuh lapis bumi”. (HR. Ahmad dan Bukhari).
Korupsi
Korupsi (ikhtilas) adalah suatu jenis penjambretan dan perampasan, karena pada mulanya si pelaku berbuat secara sembunyi-sembunyi. Korupsi tidak sama dengan pencurian, karena itu syariat tidak menetapkan hukum potong tangan bagi pelakunya. Rasulullah saw bersabda: “Perampas, koruptor (mukhtalis), dan pengkhianat tidak dikenakan hukuman potong tangan”.. (HR. Ahmad, Ashaabus Sunan, dan Ibnu Hibban). Koruptor dihukum sesuai dengan besar harta yang dikorupsi, berupa penjara tahunan hingga mati.
Korupsi adalah perbuatan haram yang haramnya lebih berat jika kejahatan itu dilakukan terhadap kekayaan milik umum. Abu Dawud meriwayatkan suatu hadits yang menyebut bahwa Rasulullah saw bersabda: “Hai kaum muslimin, siapa saja di antara kalian yang melakukan pekerjaan untuk kami (menjadi pejabat/pegawai negara), kemudian ia menyembunyikan sesuatu terhadap kami walaupun sekecil jarum, berarti ia telah berbuat curang. Dan kecurangannya itu akan ia bawa pada hari kiamat nanti… Siapa yang kami beri tugas hendaknya ia menyampaikan hasilnya, sedikit atau banyak. Apa yang diberikan kepadanya dari hasil itu hendaknya ia terima, dan apa yang tidak diberikan janganlah ia ambi”.
Korupsi yang dilakukan penguasa atau pejabat pemerintah adalah mengkorup uang negara yang berada di bawah tanggung jawabnya, yang merupakan dana rutin instansinya atau proyek-proyek negara. Termasuk korupsi adalah tindakan pegawai pos, listrik, telepon, dan sejenisnya dengan jalan menaikkan rekening tagihan dari yang semestinya. Semua itu haram dan uang hasil kejahatan tersebut harus disita dan diserahkan ke Baitul Maal. (Al Baghdady, hal 75).
Penutup
Inilah hukum-hukum Islam yang secara tegas mengharamkan tindak kejahatan di atas dan menindak tegas pelakukan serta menyita harta yang diperoleh dari jalan haram tersebut serta dikembalikan ke Baitul Maal. Hukum-hukum tersebut wajib diketahui masyarakat secara luas jika suatu masyarakat menginginkan terbebas dari bahaya kejahatan di atas. Sebab, kesadaran masyarakat akan hukum-hukum Islam dan disertai dengan tertanamnya aqidah Islam secara kuat dalam diri umat akan menjadi dorongan internal bagi siapapun untuk menjauhi tindak kriminal yang berbahaya itu.
Oleh karena itu, diperlukan  pembinaan kesadaran umat di berbagai lapisan terhadap aqidah dan hukum-hukum Islam, di samping pemberantasan gaya hidup hedonis materialistis serta seluruh sarana propagandanya. Selain itu, pemerintah wajib mengusahakan agar sarana-sarana umum, pendidikan dan kesehatan bisa diberikan kepada masyarakat luas secara gratis atau dengan biaya semurah-murahnya. Tidak lupa, para pejabat dan pegawai negeri, hendaknya dicukupi kebutuhannya sehingga tidak ada alasan untuk mengkorup uang negara maupun berkolusi.
Memang diperlukan kemauan penguasa untuk kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah untuk mewjudkannya.

dikutip dari : http://bangrahmat.info/hukum-hukum-islam-seputar-korupsi-dan-kolusi/

Selasa, 07 Juni 2011

Ilmu, niat dan amal yang baik

By. Anis Wahdi, S.Pd.I
Denpasar, 07 Juni 2011


Bismillahi wal hamdulillah.
Dalam hidup ini manusia selalu berada pada aktifitas yang sangat padat, apalagi kehidupan di kota-kota besar yang penuh dengan tuntutan sangat tingggi belum lagi permasalahan-permasalah yang datang silih berganti tiada henti. kehidupan di kota yang sangat hitrogen akan membawa dampak kepada kita untuk hidup lebih aktif dan penuh semanagat, karena kalau tidak demikian maka secara alami akan tertinggal jauh didasar ketertinggalan yang tidak tahu aral melintang.

Pada saat-saat sekarang ini manuisa dihadapkan pada suatu permasalahan pondasi dasar dalam prinsip kehidupan. sejauh mana kita memiliki dasar prinsip kehidupan untuk di jadikan pedoman hidup dalam setiap diri manusia dalam menjalankan roda-roda kehidupan dengan arah yang berliku-liku akan membuat kita untuk selalu menjalani dengan penuh rasa keprcayaan diri yang kuat atau yang sebaliknya ? Tentunya pertanyaan ini sangat realistis dan simple untuk kita jawab, namun jawabannya adalah harus dipertimbangkan dengan matang-matang karena menyangkut proses perjalanan sebuah tujuan kehidupan. sebagai mana saya paparkan permasalahan di atas. coba kita renungkan sejenak jika kita menginginkan sesuatu yang baik maka tentunya usahanya pun harus di awali dari yang baik-baik. Dalam menjalankan suatu urusan apapun tentunya harus di kuasi "ILMU"nya terlebih dahulu agar kita tidak salah dan tersesat. Ilmu yang baik akan menghasilkan nilai-nilai positif dalam diri setiap insan, ketika nilai-nilai positif itu telah masuk maka akan menghasilkan "NIAT/KEYAKINAN". Niat/keyakinan dari hasil ilmu yang baik akan menghasilkan suat perbuatan/"AMAL" yang akan juga menghasilkan yang baik.

demikianlah sekelumit gambaran kalau kita ingin berusah untuk yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain, semoga artikel yang sedikit ini akan meberikan gamabaran untuk kita dalam menjalankan kehidupan ini.
WaAllahu 'Alam Wal Hamdulillah.

Ingin Buka Usaha? Berfikirlah Simple!

by Fadly Muin on May 27, 2009
http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/ingin-buka-usaha-berfikirlah-simple.html
Apakah selama ini anda terbersit untuk buka usaha sendiri?
Jika iya, bagaimana perkembangan usaha anda itu? Apakah usaha anda  sudah berjalan dan stabil?  jika iya, saya ucapkan selamat.
Kalau anda kembali kepada pertanyaan dasar. Kenapa sih Anda ingin buka suatu usaha? apa yang mendasari anda berkeinginan besar untuk memiliki suatu usaha sendiri? Pasti alasannya bermacam-macam!
Setidaknya ada 4 faktor yang mendasari seseorang berkeinginan kuat untuk memiliki suatu usaha sendiri. yaitu :
1. ingin mandiri
2. ingin mencukupi kebutuhan keluarga
3. ingin mencapai kebebasan financial
4. ini agag narsis, ingin menjadi BOS!
Tidak ada yang ganjil dari faktor-faktor ini. saya rasa realistis dan sangat mendasar.
Prinsipnya semua orang ingin mandiri. tidak ada orang yang ingin di Dikte, di gurui dan  di intervensi selama hidupnya. Setiap Individu ingin bebas, lepas dan berkarya sesuka hatinya. menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan terhormat.
Apalagi kalau sudah berhubungan dengan keluarga. Apapun akan di perjuangkan. karena cintanya terhadap keluarga. seseorang rela mengorbankan hidupnya demi tercapainya suatu kondisi aman. Aman dari ketergantungan keuangan terhadap orang lain.
Siapapun orangnya, tidak akan suka terhadap yang namanya ketergantungan. Walau pada  kenyataannya satu sama lain, kita ini saling membutuhkan. Tapi itu dalam  konteks yang berbeda tentunya.
Empat faktor tersebut di atas, sangat erat kaitannya dengan faktor UANG. ingin mandiri secara financial, ingin mencukupi kebutuhan keluarga (uang juga), ingin mencapai kebebasan financial (apalagi ini..) hanya satu yang sifatnya lebih ke masalah kepribadian. yaitu ingin menjadi BOS!
Pasti menyenangkan menjadi Bos atas usaha yang anda bangun sendiri. Semua kebijakan usaha, Andalah yang menentukan. Berapa gaji karyawan, apa produk yang akan anda pasarkan. Jam berapa buka dan jam berapa tutupnya. Andalah yang mengatur semuanya. karena anda adalah bosnya. Anda adalah pengusaha, Atas usaha yang anda bangun!
Walaupun buka usaha sendiri terlihat lebih elegan dan mandiri. Tapi bagi sebagian orang hal itu Sulit dan jauh dari angan-angan.
Memang, buka usaha sendiri itu perlu perlengkapan. Ibarat perang, anda pasti tidak mau kan berangkat ke medan perang tanpa persenjataan yang lengkap serta strategi yang mantap. Seorang Panglima perangpun tidak akan mau melepas prajuritnya tanpa dibekali persenjataan lengkap. itu namanya bunuh diri!
Sama juga dengan  buka usaha, anda juga butuh perlengkapan. Baik itu Ide, modal, dan juga konsep yang matang. Tanpa tiga poin ini. anda akan sulit untuk terjun dan bertarung di medan usaha yang kompetitif. Ketiga faktor itulah yang akan anda bungkus menjadi sebuah lahan usaha yang mapan.
Kalau Anda sudah punya itu semua, tapi belum bisa jalan juga, berarti ada yang salah dengan ide dan konsep yang akan anda jalankan. :D
Saran saya:
Periksa semua elemen yang akan anda olah. Jangan sampai ada yang ketinggalan. Elemen paling vital adalah Ide, Konsep dan modal. Periksa ketiga elemen utama ini. Pastikan semuanya dalam kerangka yang sederhana! Supaya anda tidak merasa sulit melakukannya.
Ingat!
Anda baru memulai, jangan bebani diri anda dengan bobot yang tidak produktif. Biarkan dulu berjalan. Biasakan dulu diri anda menghadapi semuanya. Just Do it!
Jika Modalnya terlalu besar, maka pangkaslah biaya yang belum mendesak.
Jika Konsepnya terlalu Wah, maka rubahlah menjadi sederhana.
Jika Idenya terlalu Gila! Maka rubahlah menjadi ide setengah gila! ;-)
Pokoke tetapkan diri anda, bahwa usaha yang akan anda bangun ini Harus Bisa Jalan!

"""""Luar Biasa"""""""

Sungguh luar biasa
tapi tidak biasa di luar
keluar untuk kebiasaan
namun bukan kebiasaan diluar

yang penting hari ini luar biasa
hari ini luar biasa yang terpenting
sajak-sajak luar biasa
puisi-puisi cinta luar biasa mempesona
banggalah menjadi orang yang luar biasa

tapi saya senang jika menjadi orang yang luar biasa
luar biasa sungguh luar biasa
biasa-biasalah supayah menjadi orang yang luar biasa
semoga aku menjadi orang yang luar biasa

Manfaat Al quran bagi Bayi

Ternyata Al-Qur’an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur’an dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu. Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang.
dari saga-islamicnet.blogspot.com

ada juga pengamatan yang menyatkan bayi akan berkonsentrasi kepada suara adzan ketimbang mainannya, dan bayi akan memperhatikan suara tersebut

Penulis pun mempunyai seorang keponakan yang lahir tahun 2002. Entah ada kaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satu tahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suara orang mengaji melalui tape recorder. Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjadi teratur. Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnya tidak tentu. Sedangkan Al-Qur’an, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepada Tuhan Maha Pencipta.

Jadi, bila bacaan Al-Qur’an diperdengarkan kepada bayi, akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupun akhirat. Dalam musik terkandung komposisi not balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang output-nya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi. Ternyata Al-Qur’an pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al-Qur’an mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak. Ingat, neoron pada otak bayi yang baru lahir itu umumnya bak “disket kosong siap pakai”. Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukan berbagai fenomena dari kehidupannya.

Pada gilirannya terciptalah sirkuit dengan wawasan tertentu. Istilah populernya apalagi kalau bukan “intelektual”. Sedangkan anyaman tersebut akan sernakin mudah terbentuk pada waktu dini. Neoron yang telah teranyam di antaranya untuk mengatur faktor yang menunjang kehidupan dasar seperti detak jantung dan bernapas. Sementara neoron lain menanti untuk dianyam, sehingga bisa membantu anak menerjemahkan dan bereaksi terhadap dunia luar.

Selama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam hal perkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksi). Lalu setahun kemudian otak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susah terjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut. Makanya para pakar perkembangan anak menyebut usia balita sebagai golden age bagi perkembangan inteligensia anak. Memang bila orangtua tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan jalan membantu dari belakang, maka tetap tidak akan mempengaruhi kemampuan otak anak dalam menganyam neoron, karena kesempatan untuk memperkuat koneksi otak terbuka luas selama masa anak-anak. Tetapi tentu akan semakin baik bila orangtua pun ikut aktif membantu. Otak telah tumbuh jauh sebelum bayi lahir.

la telah mulai bekerja yang hasilnya merupakan benih penginderaan berdasarkan prioritas. Umumnya pendengaran lebih dulu. Jadi, selama masa itu penting sekali untuk selalu menghadirkan lingkungan kondusif dan baik bagi perkembangan otaknya. Hilangnya lingkungan ini hanya akan membuat otak menderita dan menganggur yang gilirannya mempengaruhi tingkat kecerdasannya. Dalam kaitan upaya meningkatkan pribadi Muslim, seyogyanya bayi sudah diperdengarkan bacaan Al-Qur’an sejak dalam rahim. Jadi, bila ada anjuran kepada ibu-ibu hamil untuk rajin membaca Al-Qur’an menjelang bersalin, itu ada dasar ilmiahnya juga. Makin baik dan benar bacaan itu, termasuk lagunya, makin baik hasilnya. Tujuannya tentu saja bukan mengajak bayi memahami substansi atau makna kandungan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi memperkuat daya tangkap/konsentrasi otak bayi. Sehingga akan semakin mudahlah ia menghafal ayat-ayat Al-Qur’an beserta terjemahannya ketika sudah memasuki masa belajar.

keajaiban al-quran, cerita keajaiban al-quran, alquran dan mukjizatnya, manfaat al-quran, al-quran sebagai obat syifa', al-quran dan bayi, nama nama alquran, naba bayi dalam alquran, mukjizat nabi muhammad saw, alquranul karim dan maulid nabi, ayat ayat tentang bayi

Menyambut Kematian

oleh Ustadz Fathuddin Ja'far, MA.

إن الحمد لله وحده, نحمده و نستعينه و نستغفره ونتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فهو المهتد ومن يضلله فلن تجد له وليا مرشدا, أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح للأمة وتركنا على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها الا هلك, اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن دعا بدعوته الى يوم الدين. أما بعد, فيا عباد الله اوصيكم ونفسي الخاطئة المذنبة بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون. وقال الله تعالى في محكم التنزيل بعد أعوذ بالله من الشيطان الرجيم :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (ال عمران : 102)

Kaum muslimin rahimakumullah…

Pertama-tama, marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah ketaqwaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan…

Selanjutnya, shalawat dan salam mari kita bacakan untuk nabi Muhammad Saw sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an :

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw. ( Al-Ahzab : 56)

Kaum Muslimin rahimakumullah…

Kematian adalah suatu kepastian. Ia akan datang tepat waktu, tanpa bisa dimajukan atau diundurkan, kendati barang sedetik. Saat menghadapi kematian, petugas pencabut nyawa, Malakul Maut akan menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna. Jika Anda adalah orang yang sukses menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah dengan baik ketika hidup di atas bumi Allah ini, maka Malakul Maut datang dengan penampilan yang sangat sopan, berpakaian putih bersih dengan aroma harum kasturi. Sambil tersenyum ia mencabut nyawa dari badan Anda dengan sangat hati-hati sehingga nyaris tidak Anda rasakan.

Ketika Anda menghembusakan nafas terakhir sambil mengucapkan لآ الــه الا اللــه (Tiada tuhan yang pantas disembah selain Allah), orang-orang di sekitar Anda akan melihat wajah Anda yang berseri-seri sambil tersenyum simpul. Anda bisa tersenyum karena mengetahui bahwa Anda adalah orang yang akan meraih Great Success (Kesuksesan Tanpa Batas), yakni akan masuk syurga, insyaa Allah.

Suasana di sekeliling Anda tiba-tiba berubah menjadi isak tangis dan kesedihan yang mendalam yang diekspresikan oleh anak, isteri, karib kerabat, sahabat, teman sejawat Anda yang sempat hadir menyaksikan peristiwa perpisahan sementara dengan Anda. Suasananya sangat kontras dengan ketika Anda memasuki fase kehidupan dunia, yakni ketika lahir sekian puluh tahun yang lalu. Ketika itu, Anda yang berteriak menangis sejadi-jadinya, sedang orang-orang yang ada di sekitarnya malah tersenyum dan tertawa. Sekarang suasana jadi terbalik, giliran Anda yang tersenyum dan mereka yang menangis sejadi-jadinya.

Sebaliknya, jika Anda adalah orang yang gagal menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah semasa mendapat jatah hidup di dunia, Izrail (Malakul Maut) akan datang kepada Anda dengan wajah yang marah, garang, hitam pekat dan berbau busuk. Ia akan memperlakukan Anda dengan sangat kasar sambil membentak-bentak dan berkata : Wahai Hamba Allah, Inilah balasan awal dari kegagalanmu dalam menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah, karena kesombongan diri, pembangkangan dan kedurhakaan pada Tuhan Pencipta, Allah Rabbul ‘Alamin.

Jika Anda bernasib seperti itu, Malakul Maut akan mencabut nyawa Anda dengan kasar sekasar-kasarnya. Sulit untuk dibayangkan. Dengan melihat kondisi Anda yang sedang sekarat, gelisah, meregang nyawa, tenggorokan Anda mengeluarkan suara yang menakutkan orang di sekeliling. Anda membolak balikkan badan ke kiri dan ke kanan, serta mata yang terbelalak ketakutan. Wajah Anda mengekspresikan suasana sesungguhnya yang sedang Anda hadapi; ketakutan, kengerian dan putus asa. Problemnya ialah Anda tidak bisa lari dari suasana itu. Begitulah seterusnya sambil nafas Anda turun naik mengeluarkan suara yang menyeramkan. Kondisi dan suasana serta tingkat kesulitan yang sudah Anda alami setimpal dengan tingkat kegagalan Anda menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah serta tingkat kedurhakaan Anda pada Tuhan Pencipta semasa Anda hidup di dunia. Sebab itu, sering kita melihat orang-orang seperti ini ada yang sekaratnya berjam-jam, bahkan berhari-hari dan berbulan-bulan.

Bagaimanapun sulitnya Anda menghadapi Sakratulmaut dan melewati pintu Kematian, namun Anda pasti akan mati juga. Karena Anda mustahil bisa menghindar, apalagi kabur menjadi buron sebagai the most wanted seperti ketika Anda masih hidup di dunia. Dengan demikian, berakhirlah riwayat singkat Anda di dunia tanpa meninggalkan kesedihan, kerinduan dan kecintaan dari orang yang tadinya sangat baik dan akrab dengan Anda disebabkan hubungan yang dibangun hanya karena kepentingan pribadi atau mengharapkan sesuap nasi dari Anda. Mungkin sebagian mereka ada yang merasa lega atas kepergian Anda, karena mereka tahu betul semasa di dunia Anda adalah koruptor kelas kakap, tukang tilep uang negara, pezina, pemabok, penyerobot tanah dan ladang masyarakat, suka berbuat curang dalam melaksanakan proyek atau perdagangan. Atau mungkin Anda suka memberikan kesaksian palsu. Ijazahpun Anda palsukan untuk meraih kursi bupati, wali kota atau anggota legislatif lainnya. Atau mungkin Anda tokoh pornografi dan pornoaksi, serta paling anti pada sistem dan aturan Ilahi, Tuhan Pencipta Anda sendiri dan Pencipta jagad raya ini.

Kegagalan dan kesulitan yang Anda hadapi ketika menghadapi sakratul maut bisa saja karena saat hidup di dunia Anda adalah sebagai atasan yang suka menindas bawahan. Atau pengusaha yang suka menggusur tanah masyarakat dengan kekerasan, serta dibeli dengan harga yang jauh di bawah harga pasar, dengan menggunakan preman dan oknum aparat hanya untuk kepentingan bisnis pribadi atau bisnis Bos Anda. Atau mungkin Anda orang yang diberi Allah rezeki yang berkecukupan bahkan kaya raya namun menelantarkan anak yatim, fakir miskin, sanak saudara yang belum beruntung ekonominya dan tidak peduli terhadap derita kemiskinan yang melanda mayoritas masyarakat. Atau Anda seorang pejabat legislatif yang dengan bangganya pergi pelesiran ke luar negeri dengan dalih studi banding sambil membawa isteri dengan menggunakan uang rakyat begitu saja di tengah derita musibah (ujian) dari Tuhan Pencipta, dan kemiskinan yang melanda mayoritas konstituen yang memilih Anda ketika pemilu atau pemilukada. Atau Anda memakan uang rakyat dengan dalih lainnya seperti hibah, fee, jatah pembelian mesin cuci, gaji ke 13, asuransi, dana untuk memperoleh aspirasi rakyat, dan apapunlah nama dan alasannya…

Kaum Muslimin rahimakumullah…

Kegagalan dan kesulitan saat menghadapi kematian itu bisa juga karena Anda adalah pejabat dan pegawai pemerintah yag suka mempersulit masyarakat mengurusi berbagai macam urusan dan keperluan mereka seperti, pajak, KTP, paspor dan keperluan lainnya. Anda sudah terbiasa memeras mereka dengan berbagai cara agar Anda memperoleh harta secara tidak halal, padahal Anda sudah digaji negara. Atau Anda seorang pejabat pajak yang menggelapkan tagihan pajak sesungguhnya dari masyarakat dan tidak menyetorkannya ke kas negara kecuali sebagiannya saja. Atau Anda mengajarkan kepada pengusaha-pengusaha besar untuk mereduce kewajiban pajak mereka sehingga sebagiannya diberikan kepada Anda dengan dalih komisi, fee konsultasi dan sebagainya. Padahal, dengan tingkah polah seperti itu Anda sesungguhnya adalah mafia atau markus yang sedang heboh dibicarakan masyarakat akhir-akhir ini.

Atau Anda tekan pengusaha agar mereka terpaksa bernegosiasi dengan Anda, lalu dengan mudah Anda bisa memangkas jumlah pajak yang sebenarnya karena Anda menerima bayaran (sogokan) dari para wajib pajak itu. Atau Anda yang tidak mau membayar zakat, kendati sudah diundang-undangkan. Atau Anda sebagai pengacara yang jelas-jelas membela para pelaku kejahatan tindak pidana korupsi, atau pengusaha bajingan yang sering merugikan negara dan rakyat dengan memanfaatkan celah hukum dari hukum yang tidak berwibawa dan mudah dibolak-balikkan isi dan pasal-pasal karetnya itu. Anda dengan sukacita membagi-bagikan fee (baca : sogokan) kepada para penegak hukum seperti polisi, jaksa dan hakim yang bertugas. Hal itu Anda lakukan murni karena Anda mendapat bayaran yang besar dari para pelaku kejahatan itu, bukan sama sekali karena idealisme penegakan keadilan dan kebenaran.

Atau Anda seorang menteri, asisten menteri atau siapa sajalah yang memiliki hubungan dengan menteri sehingga dengan mudah menjadi broker penjualan aset-aset negara yang menjadi milik rakyat itu. Anda tidak peduli kerugian negara dan rakyat dari tindakan kejahatan seperti itu. Yang penting bagi Anda adalah meraup keuntungan besar yang menurut hawa nafsu Anda adalah halal karena masih dalam kategori Fee belaka.

Atau Anda broker-broker politik dan hukum yang bergentayangan di gedung-gedung Legislatif, Instansi Pemerintahan, Mahkamah Agung, Kejaksaan, Pengadilan dan hotel-hotel berbintang karena mengejar brokerage fee (White Crime Fee) yang mempercepat Anda kaya, padahal Anda seorang pejabat negara, atau petinggi Partai Politik yang tidak berhak melakukan itu semua. Atau Anda seorang Jendral ABRI atau Jendral polisi yang menjadi backing pengusaha-pengusaha hitam di mana mereka tidak bisa hidup dan berbisnis kecuali bisnis haram atau dengan cara yang haram sehingga mereka dengan aman dan mudah berkeliaran tanpa tersentuh hukum sedikitpun. Atau Anda pemilik media cetak ataupun elektronik yang setiap saat menyebarkan kemungkaran, kemusysrikan, khurafat, kebohongan, pornografi, pornoaksi, judi, penyakit sosial seperti ghibah (gosip), budaya hedonisme dan budaya merusak lainnya.

Kegagalan dan kesulitan yang amat dahsyat saat menghadapi kematian itu akan menimpa jika Anda Presiden dan Pemimpin negara yang curang selama bertahun-tahun atau puluhan tahun mengurusi negara dan rakyat sehingga negara dan rakyat bangkrut dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan sampai ke titik nadir yang paling bawah. Pada waktu yang sama, Anda, keluarga dan kroni-kroni hidup dalam kemewahan dan harta berlimpah…Atau Presiden yang merasa paling pintar dan pemimpin yang congkak tapi tidak becus mengurusi urusan rakyat sehingga beban hidup mereka semakin hari semakin menumpuk dan semakin berat…

Atau dengan kursi kebesaran yang Anda duduki yang bernama kursi kepresidenan, kejaksaan agung, mahkamah agung, dewan perwakilan rakyat dan sebagainya, Anda enggan menerapkan hukum Allah, Tuhan Pencipta Anda sendiri dan Pencipta jagad raya, di negeri yang Anda pimpin, dan bahkan Anda memusuhi, menangkap, memenjarakan dan mungkin juga membunuh siapa saja dari kalangan umat Islam yang ingin mengajak masyarakat untuk menerapkannya, agar Allah, Penguasa Alam semesta ridha kepada penduduk negeri itu dan memberkahi kehidupan mereka.

Siapa sajalah Anda, bagaimanapun kehebatan, kekuatan dan kedudukan Anda semasa di dunia, Malakul Maut tidak mempedulikan itu semua. Yang pasti, Anda sudah bertekuk lutut di hadapan bentakan dan hentakan prajurit Tuhan Pencipata yang bernama Izrail atau Malakul Maut itu. Ia hanya terfokus bagaimana ia mengakhiri jatah hidup Anda di dunia ini tepat pada waktunya dan dengan cara yang paling kasar dan menyakitkan.

Kaum Muslimin rahimakumullah…

Demikianlah dua type kematian yang dihadapi saat kita menghadapinya. Orang-orang yang semasa di dunia berhasil menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah, akan mendapat kemudahan dan sambutan yang begitu meriah dari malaikat yang bertugas mencabut nyawa manusia. Bagi orang-orang yang gagal, akan melihat dan merasakan pula hasil kegagalan mereka.

Saudaraku! Kematian itu adalah haq. Ia datang hanya satu kali, kendati banyak sebab kematian. Kematian adalah kematian. Apakah Anda mati karena tertimbun tanah longsor, atau tenggelam dalam laut atau menjadi debu karena hangus terbakar atau dibakar saudara atau teman Anda sendiri? Apakah Anda menjemput Kematian disebabkan gempa bumi, tsunami, atau disebabkan tabrakan atau narkoba? Apakah Anda melewatinya sendiri dengan bunuh diri atau mati dibunuh di jalan Allah atau di jalan Setan? Apapun sebab kematian, kematian adalah kematian yang berfungsi untuk mengakhiri kehidupan manusia di dunia, untuk kemudian diteruskan perjalanannya menuju alam Barzakh (pemisah), sambil menunggu kiamat atau kehancuran alam semesta, dan kemudian kebangkitan, mahsyar (perhimpunan raksasa) dan seterusnya, syurga atau neraka yang akan menjadi tempat Anda.

Kalau demikian halnya, pertanyaannya adalah : Sudahkah Anda siap menyambut kematian yang pasti datang saat waktunya tiba? Apa yang sudah Anda persiapkan untuk menyambutnya? Ataukah Anda tetap dalam kelalaian, kebodohan, kedurhakaan dan kesombongan terhadap Allah, Raja alam semesta dan Rasulullah, teladan semua manusia? Sekarang saatnya Anda jawab pertanyaan-pertanyaan itu. Jangan sampai menunggu kematian itu tiba, nanti Anda akan sangat menyesal dan penyesalan saat kematian tiba tidak akan ada gunanya; sudah terlambat, seperti yang Allah jelaskan dalam surat Al-Mukmin berikut :

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100)

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: Ya Tuhan Penciptaku, kembalikan aku kembali (ke dunia) agar aku berbuat amal shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja (tidak akan didengar Tuhan Pencipta). Dan di hadapan mereka ada barzakh (pembatas) sampai hari mereka dibangkitkan. (Q.S. Al-Mu’min /23 : 99-100)

Kaum Muslimin rahimakumullah…

Sebelum terlambat, mari kita jemput kematian dengan penuh keyakinan dan kesiapan. Persiapkan diri dari saat ini, detik ini. Jangan tunggu nanti atau esok, karena ajal kita bukan berada di tangan kita, tapi di tangan Allah Rabbul ‘Alamin. Agar kita setiap saat siap mejemput kematian, ada beberapa hal yang perlu selalu kita benahi dan perbaiki, baik kualitas maupun kuantitasnya :

1. Evaluasi selalu akidah dan keimanan. Jangan sampai tercampur dengan syirik dan khurafat.
2. Evaluasi selalu amal ibadah, apapun bentuknya; yang wajib maupun yang sunnah. Jangan tercampur dengan riya (ingin dilihat orang) atau bid’ah (yang menyalahi sunnah Rasul Saw.
3. Evaluasi selalu harta dan rezki yang kita peroleh. Jangan sampai tercampur aduk dengan yang haram dan syubhat (yang belum tau status halal atau haramnya).
4. Evaluasi selalu anak dan isteri. Sudahkah mereka dipersiapkan menjadi orang-orang yang shaleh dan siap diselamatkan dari api neraka?
5. Evaluasi ilmu dan pemahaman terkait dengan Islam. Jangan sampai tercampur dengan pemahaman atau pemikiran yang menyimpang dan tidak sejalan dengan Allah dan Rasul-Nya.
6. Evaluasi gaya hidup, cara hidup dan orientasi hidup. Jangan sampai menyimpang dari ajaran Islam.
7. Siapkan anugerah yang Allah berikan berupa nyawa, harta dan ilmu untuk diinfakkan di jalan Allah.

Sebelum menutup khutbah ini, mari kita renungkan hadits Rasul saw berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda : “ Apabila manusia mati maka putuslah semua amalannya melainkan tiga perkara; shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang shaleh yang mendoakannya. (Hadits Riwayat Muslim, No. 3087)

Kaum Muslimin rahimakumullah…

Demikianlah khutbah hari ini, semoga Allah membantu dan menolong kita dalam menyiapkan bekal menghadapi kematian dan Dia mudahkan kita saat menghadapi sakratul maut. Semoga Allah pilih kita menjadi orang-orang yang sukses di sisi-Nya, kendati di mata manusia dianggap gagal. Dan semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin…

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم إنه تعالى جواد كريم ملك رؤوف رحيم إنه هو السميع العليم ......

SANLAT 2011 sekota Denpasar

oleh Anis Wahdi  pada 05 Juni 2011 jam 21:50
belum lama ini, saya bertemu dengan bapak Nur yana, dia seorang yang puitis dalam hidupnya adalah penuh dengan puisi, bahkan dia mengatakan al-Qur'an juga banyak nilai puisinya seperti kalimat "Kun fa yakun" (jadilah maka jadi); ujar beliau. bahkan kalau bisa dari mulai bangun pagi terus siang hingga pagi lagi adalah puisi. tapi saya tidak setuju kalau sampai puisi di jadikan istri, cintaku, sayangku, pujaanku, dambaanku, kekasihku; kata beliau. yang pasti puisi adalah keindahan karena puisi adalah bagian dari seni. lain hal dengan eprtemuan saya dengan H. Nanang. seorang herbalis LPHI. dalam sesason 1 tentang Leadership beliau menjelaskan tentang, Konsep diri. beliau mengatakan kalau kita pingin sukses dalam diri usahakanlah dengan mengambil pelajaran burung bangau, ketika terabang berbentuk susunan "V" yang menunjukkan tanda ketajaman alam mencapai suatu tujuan.

Minggu, 05 Juni 2011

Puncak Orde Baru

 Puncak Orde Baru
Pada masa pemerintahannya, Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi, Industri dan Keuangan Indonesia. Pada masanya, Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Namun pada tahun 1992, IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia, khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. Selain itu, Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF, UNESCO dan WHO. Namun sayangnya, kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah, membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Dalam bidang ekonomi juga, tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Namun prestasi itu ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia, Filipina dan Thailand, selain Singapura, Republik Cina, dan Korea Selatan.
Di bidang politik, Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Namun dalam perjalanannya, terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. Berbagai ketidakpuasan muncul, namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu.
Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi, muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. Kesenjangan ekonomi, sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Kemudian pada masa pemerintahannya, tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik, selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat.

Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru

Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa, melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis, dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. Walaupun begitu, Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa.
Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik.
Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudara-saudaranya, termasuk enam anaknya. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain, dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam.
Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". dan juga terpilih kembali pada 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia.
Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999.
Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan.
Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya.
Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).